Kamis, 20 September 2012

materi dasar pramuka


Kiasan Dasar
Kiasan Dasar (1) Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan, dimaksudkan
untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan
keikutsertaan dalam kegiatan. Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan merangsang tetapi harus disesuaikan
dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda. (2) Kiasan Dasar disusun
atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta
merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda
tetapi memperkaya pengalaman.

Kode Kehormatan
Kode Kehormatan (1) Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang
disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan. (2)
Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah: a. Janji yang diucapkan secara sukarela
oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan; b. Tindakan pribadi untuk
mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji; c. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri
guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai
pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. (3) Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral
yang disebut Darma adalah: a. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
b. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati,
mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota. c. Landasan gerak Gerakan
Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal
dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; d. Kode
Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang
mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. (4) Kode Kehormatan
Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka
dalam hidup dan kehidupan berorganisasi. (5) Kode Kehormatan Pramuka bagi anggota Gerakan Pramuka disesuaikan
dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmaninya.
Metode Kepramukaan
Metode Kepramukaan (1) Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: a. Pengamalan
Kode Kehormatan Pramuka; b. Belajar sambil melakukan; c. Sistem berkelompok; d. Kegiatan yang menantang dan
meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan
anggota dewasa muda; e. Kegiatan di alam terbuka; f. Sistem tanda kecakapan; g. Sistem satuan terpisah untuk
putera dan untuk puteri; h. Kiasan dasar; (2) Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari
Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.
(3) Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan
subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang
spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.
Motto Gerakan Pramuka
MOTTO GERAKAN PRAMUKA Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu proses pendidikan untuk
mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap megikuti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk
mengamalkan kode kehormatan Pramuka. Motto Gerakan Pramuka adalah “ SATYAKU KUDARMAKAN
DARMAKU KUBAKTIKAN “ Manfaat Motto Gerakan Pramuka terhadap Jiwa anggota Pramuka, antara lain :
Menanamkam rasa percaya diri.Menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.Siap
mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.Rasa bangga sebagai Pramuka.Memiliki Buadaya Kerja yang dilandasi
pengabdiannya. Motto Gerakan Pramuka wajib dihayati dan selalu diingat bagi anggota Pramuka dalam
merealisasikan pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari hari. Untuk meningkatkan kebanggaan
dan kekompakan dalam satuan Gerakan Pramuka (mis. Ambalan), disamping wajib menggunakan Motto Gerakan
Pramuka juga diperbolehkan membuat motto Satuan di satuan masing-masing
Prinsip Dasar Kepramukaan
Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan(1) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari pendidikan lain.(2) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode
Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.
(3) Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan dilaksanakan sesuai dengan kepentingan, kebutuhan,
situasi, dan kondisi masyarakat.
PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN
(1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah: Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;Peduli terhadap bangsa dan
tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;Peduli terhadap diri pribadinya;Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan
ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh
pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian,
tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Menerima secara sukarela
Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial,
maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai
tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Mengakui
bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan
Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya. Dalam
kehidupan bersama didasai oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. Diberi tempat untuk hidup dan
berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi
manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima
kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar
dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. Karena itu manusia wajib peduli terhadap
lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.Pengertian
Prinsip Dasar Kepramukaan dapat pula didownload dalam format Power Point (PPS) silahkan klik disini

Sistem among.
Sistem Among (1) Pendidikan dalam Gerakan Pramuka ditinjau dari hubungan antara pembina dengan anggota muda
dan anggota dewasa muda menggunakan sistem among. (2) Sistem Among berarti mendidik anggota Gerakan
Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rokhani, dan pikirannya, disertai rasa tanggungjawab dan kesadaran akan
pentingnya bermitra dengan orang lain. (3) Sistem among mewajibkan anggota dewasa Gerakan Pramuka
melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: a. Ing ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi
teladan; b. Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan; c. Tut wuri handayani maksudnya
dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. (4) Dalam melaksanakan tugasnya
anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: a. Cinta kasih, kejujuran, keadilan, kepatutan,
kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawanan sosial. b. Disiplin disertai inisiatif dan
tanggungjawab terhadap diri sendiri, sesama manusia, negara dan bangsa, alam dan lingkungan hidup, serta
bertanggung-jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. (5) Hubungan anggota dewasa dengan anggota muda dan anggota
dewasa muda merupakan hubungan khas, yaitu setiap anggota dewasa wajib memperhatikan perkembangan anggota
muda dan anggota dewasa muda secara pribadi agar perhatian terhadap pembinaannya dapat dilaksanakan sesuai
dengan tujuan kepramukaan. (6) Anggota Dewasa berusaha secara bertahap menyerahkan pimpinan kegiatan
sebanyak mungkin kepada anggota dewasa muda, sedangkan anggota dewasa secara kemitraan memberi semangat,
dorongan dan pengaruh yang baik.

Strategi Gerakan Pramuka
STRATEGI GERAKAN PRAMUKA 1. Meningkatkan citra Pramuka.Hal ini diperlukan untuk dapat lebih dipahami dan
sekaligus diminati oleh kaum muda untuk dapat ikut berpartisipasi didalamnya dan sekaligus dapat menjawab tantangan
dan permasalahan yang dihadapi secara internal dan eksternal Gerakan Pramuka2. Mengembangkan kegiatan
kepramukaan yang sesuai karakteristik dan minat kaum muda.Hal ini diperlukan karena Gerakan Pramuka pada
hakekatnya kegiatan kaum muda yang memiliki karakteritik dan minat yang khas, dan sekaligus sebagai motivasi bagi
anggota Pramuka dalam mengisi diri untuk selanjutnya dikembangkan melalui program Pramuka peduli sebagai bagian
dari penjabaran program Pramuka secara menyeluruh.3. Mengembangkan program Pramuka PeduliBahwa program
kegiatan Pramuka Peduli, dimaksudkan untuk menciptakan kader yang memiliki watak dan jiwa patriotisme, memiliki
integritas, moralitas dan ketrampilan sebagai bekal bagi kader Pramuka yang juga diarahkan pada pemantapan
Pramuka sebagai kader bangsa.4. Memantapkan organisasi, kepemimpinan dan sumberdaya Pramuka.Bahwa untuk
meningkatkan peran dan fungsi organisasi secara struktural diperlukan adanya konsolidasi yang baik dan teratur dan
mendapatkan penyegaran organisasi sehingga dengan sendirinya akan berpengaruh pada kepemimpinan dan
kesiapan sumber daya pramuka.

Visi dan Misi Gerakan Pramuka
VISI “Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum MISI 1. Mempramukakan kaum mudaYang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda
itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan prilaku kaum muda yang sesuai
dengan pramuka sebagai bagian dari masyarakat indonesia.2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka,
berlandaskan iman dan taqwa (Imtaq) serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
(Iptek)Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada Iman dan
taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu
mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya.3. Membentuk kader bangsa patriot
pembangunan yang memiliki jiwa bela negaraGerakan pramuka memiliki salah satu tugas yakni menyiapkan kader
bangsa sehingga diperlukan adanya pendidikan yang khusus. Untuk itu, karena disadari bahwa perlunya pendidikan
bela negara sebagai bagian dari kebutuhan bangsa dan negara.4. Menggerakkan anggota dan organisasi Gerakan
Pramuka agar peduli dan tanggap terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.Hal ini dilakukan untuk memantapkan
jati diri Gerakan Pramuka melalui kode kehormatannya dan sekaligus sebagai pencerminan anggota Pramuka yang
tanggap terhadap permasalahan pada lingkungan sekitarnya.

Baris Berbaris
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B) ( Bag. I ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada
dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat
memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata
cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Apa itu Baris Baerbaris ? Baris Berbaris a.
Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata
cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. b. Maksud dan tujuan 1) Guna
menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab. 2) Yang dimaksud dengan
menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas
pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna. 3) Yang dimaksud rasa
persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.
4) Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada
hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri. 5) Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah
keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya
tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan. Aba-aba a. Pengertian Aba-aba adalah suatu
perintah yang diberikan oleh seseorang Pemimpin kepada yang dipimpin untuk dilaksanakannya pada waktunya secara
serentak atau berturut-turut. b. Macam aba-aba Ada tiga macam aba-aba yaitu : 1) Aba-aba petunjuk 2) Aba-aba
peringatan 3) Aba-aba pelaksanaan 1. Aba-aba petunjuk dipergunakan hanya jika perlu untuk menegaskan maksud
daripada aba-aba peringatan/pelaksanaan. Contoh: a) Kepada Pemimpin Upacara-Hormat - GERAK b) Untuk amanatistirahat
di tempat - GERAK 2. Aba-aba peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan
tanpa ragu-ragu. Contoh: a) Lencang kanan - GERAK (bukan lancang kanan) b) Istirahat di tempat - GERAK (bukan
ditempat istirahat) 3. Aba-aba pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba pelaksanan
yang dipakai ialah: a) GERAK b) JALAN c) MULAI a. GERAK: adalah untuk gerakan-gerakan kaki yang dilakukan
tanpa meninggalkan tempat dan gerakan-gerakan yang memakai anggota tubuh lain. Contoh: -jalan ditempat -GERAK
-siap -GERAK -hadap kanan -GERAK -lencang kanan -GERAK b. JALAN: adalah utuk gerakan-dilakukan dengan meninggalkan tempat. Contoh: -haluan kanan/kiri - JALAN -dua langkah ke depan -JALAN -satu
langkah ke belakang - JALAN Catatan: Apabila gerakan meninggalkan tempat itu tidak dibatasi jaraknya, maka abaaba
harus didahului dengan aba-aba peringatan –MAJU Contoh: -maju - JALAN -haluan kanan/hadap kanan/kiri maju - JALAN -melintang kanan/kiri maju -J ALAN Tentang istilah: “maju” · Pada
dasarnya digunakan sebagai aba-aba peringatan terhadap pasukan dalam keadaan berhenti. · Pasukan yang sedang
bergerak maju, bilamana harus berhenti dapat diberikan aba-aba HENTI. Misalnya: · Ada aba-aba hadap kanan/kiri
maju - JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. · Ada aba-aba hadap kanan/kiri
maju-JALAN karena dapat pula diberikan aba-aba : hadap kanan/kiri henti GERAK. · Balik kana maju/JALAN, karena
dapat pula diberikan aba-aba : balik kana henti-GERAK. Tidak dapat diberikan aba-aba langkah tegap maju JALAN,
aba-aba belok kanan/kiri maju-JALAN terhadap pasukan yang sedang berjalan dengan langkah biasa, karena tidak
dapat diberikan aba-aba langkah henti-GERAK, belok kanan/kiri-GERAK. Tentang aba-aba : “henti”
Pada dasarnya aba-aba peringatan henti digunakan untuk menghentikan pasukan yang sedang bergerak, namun tidak
selamanya aba-aba peringatan henti ini harus diucapkan. Contoh: Empat langkah ke depan –JALAN, bukan
barisan – jalan. Setelah selesai pelaksanaan dari maksud aba-aba peringatan, pasukan wajib berhenti tanpa abaaba
berhenti. c. MULAI : adalah untuk dipakai pada pelaksanaan perintah yang harus dikerjakan berturut-turut.
Contoh: -hitung -MULAI -tiga bersaf kumpul -MULAI 4. Cara memberi aba-aba a) Waktu memberi aba-pemberi aba-aba harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan, terkecuali dalam keadaan yang tidak
mengijinkan untuk melakukan itu. b) Apabila aba-aba itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba
terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan. Contoh: Kepada Pembina Upacara
– hormat – GERAK Pelaksanaanya : · Pada waktu memberikan aba-aba mengahdap ke arah yang diberi
hormat sambil melakukan gerakan penghormatan bersama-sama dengan pasukan. · Setelah penghormatan selesai
dijawab/dibalas oleh yang menerima penghormatan, maka dalm keadaan sikap sedang memberi hormat si pemberi abaaba
memberikan aba-aba tegak : GERAK dan kembali ke sikap sempurna. c) Pada taraf permulaan aba-aba yang
ditunjukan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaan gerakannya ditambah 1 (satu) langkah
pada waktu berjala, pada waktu berlari ditambah 3 (tiga) langkah. · Pada taraf lanjutan, aba-aba pelaksanaan dijatuhkan
pada kaki kanan ditambah 2 (dua) langkah untuk berjalan / 4 (empat) langkah untuk berlari. d) Aba-aba diucapkan
dengan suara nyaring-tegas dan bersemangat. e) Aba-aba petunjuk dan peringatan pada waktu pengucapan
hendaknya diberi antara. f) Aba-aba pelaksanaan pada waktu pengucapan hendaknya dihentakkan. g) Antara aba-aba
peringatan dan pelaksanaan hendaknya diperpanjang disesuaikan dengan besar kecilnya pasukan. h) Bila pada suatu
bagian aba-aba diperlukan pembetulan maka dilakukan perintah ULANG !Contoh: Lencang kanan = Ulangi – siap
GERAK Sumber/ Referensi : 1. Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.2. Peraturan Baris Berbaris -
Pusdiklat TNI-AD
Baris Berbaris (Bag.II)
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B) ( Bag. II ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada
dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat
memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata
cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar
a. Sikap sempurna Aba-aba : Siap - GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke
dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua
kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada
badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan
jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas
sewajarnya. b. Istirahat Aba-aba istirahat ditempat – GERAK 1) Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri
dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm) 2) Ke dua belah tangan dibawa ke belakang
dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan
dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan,
badan dapat bergerak. Catatan: a) Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang
untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata
Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap
istirahat. b) Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba
kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat. c) Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa
suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan c. Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri - GERAK Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. 1) Pada abaaba
pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh
bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan
ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri 2) Saf tengah dan saf
belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke
samping dengan tidak mengangkat tangan. 3) Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu)
lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua) kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu
aba-aba. 4) Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke
depan dan berdiri dalam sikap sempurna. 5) Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri
dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf
dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu). Catatan: a)
Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui
belakang punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian
dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping. b) Kelurusan barisan dilihat dari tumit. d.
Setengah lencang kanan/kiri Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri - GERAK Pelaksanaannya: Seperti pada waktu
lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang
berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada
pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil
memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna. e. Lencang depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : Lencang depan - GERAK Pelaksanaannya: 1) Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya
meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan. 2) Saf
depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan
memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba. 3) Banjar tengah/kiri tanpa
mengangkat tangan f. Cara berhitung Aba-aba : Hitung – MULAI Pelaksanaannya: 1) Jika bersaf, pada abaaba
peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan. 2) Pada aba-aba
pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan. 3)
Pengucapan nomor secara tegas dan tepat. 4) Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam
sikap sempurna. 5) Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan
nomornya masing-masing. 6) Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan :
LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA. Perubahan Arah (dalam keadaan berhenti) a) Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK 1) Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki
kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. 2) Tumit kaki kanan/kiri dengan
badan diputar ke kanan/kiri 90° 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. b) Hadap serong kanan/kiri Abaaba
: Hadap serong kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya: 1) Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan
kaki kanan/kiri 2) Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri 3) Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri c) Balik
kanan Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK Pelaksanaannya : 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan
melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. 2) Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
3) Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri. Catatan: · Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki
dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna · Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri
tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan. d) Cara berkumpul Aba-aba : 3 bersaf/
3 berbanjar kumpul - MULAI Pelaksanannya : 1) Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang
ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih. Contoh: Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot
sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru. 2) Orang
yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah 3) Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih
Baris Berbaris (Bag.III)
PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B) ( Bag. III ) Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka
ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan
tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat
mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . a) Bubar Aba-aba : Bubar -
JALAN Pelaksanaannya; Pemberian aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Setelah
melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati, lalu bubar. b) Jalan
di tempat Aba-aba: Jalan ditempat - GERAK Pelaksaannya: Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut
berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa,
badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang) Dari jalan ke tempat
berhenti. Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya: Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki
kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna. c)
Membuka/menutup barisan. Aba-aba : Buka barisan – JALAN Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri
membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat. Catatan : Membuka barisan
gunanya untuk memudahkan pemeriksaan. Tutup barisan Aba-aba :tutup barisan – JALAN Pelaksanannya :
Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri, sedang regu
tengah tetap ditempat. Gerakan berjalan dengan panjang tempo dan macam langkah Macam langkah
Panjangnya Tempo 1. Langkah biasa 65cm 120 tiap menit 2. Langkah
tegap 65cm 120 tiap menit 3. Langkah perlahan 40cm 30 tiap menit 4.
Langkah kesamping 40cm 70 tiap menit 5. Langkah ke belakang 40cm 70 tiap
menit 6. Langkah ke depan 60cm 70 tiap menit 7. Langkah di waktu lari
80cm 165 tiap menit A. MAJU – JALAN Dari sikap sempurna Aba-aba : Maju – JALAN
Pelaksanaannya: 1) Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata
sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya
berjalan dengan langkah biasa. 2) Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°,
lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke
belakang 30°. Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher. Dilarang keras :
berbicara-melihat kanan/kiri Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku. B. LANGKAH BIASA 1) Pada
waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut
dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan. 2)
Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke
depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak
terpaksa, punggung ibu jari menhadap ke atas. C. LANGKAH TEGAP 1) Dari sikap sempurna Aba-aba : Langkah
tegap – JALAN Pelaksanaannya : Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar setengah langkah,
selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan
berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersama dengan
langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan
dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas. 2) Dari
langkah biasa Aba-aba : Langkah tegap – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba pelaksanaan diberikan pada
waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1. 3) Kembali
ke langkah biasa Aba-aba : Langkah biasa – JALAN Pelaksanaannya : Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri
jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama…….
Catatan :Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN, pada
tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju). D. LANGKAH PERLAHAN 1) Untuk bergabung (mengantar jenazah
dalam upacara kemiliteran) Aba-aba : Langkah perlahan maju – JALAN Pelaksanaannya : a) Gerakan
dilakukan dengan sikap sempurna b) Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki
kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri,
kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri. c) Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan
seperti semula. Catatan : · Dalam keadaan sedang berjalan, aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN”
yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan
langkah perlahan. · Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan, tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih
khidmat. 2) Berhenti dalam langkah perlahan Aba-aba : Henti – GERAK Pelaksanaannya : E. LANGKAH KE
SAMPING Aba-aba : ……..Langkah ke kanan/kiri – JALAN Pelaksanaannya : Pada aba-aba
pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan
pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna, sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan
empat langkah. F. LANGKAH KE BELAKANG Aba-aba : ……..Langkah ke belakang – JALAN
Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya
langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak
boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan
empat langkah. G. LANGKAH KE DEPAN Aba-aba : …….Langkah ke depan – JALAN
Pelaksanaannya : Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut
panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki
Perlengkapan Berkemah
PERALATAN KEMAH Mau berkemah ? Pahami dulu apa tujuan berkemah, apakah sekedar rekreasi atau berkemah
dengan banyak acara kegiatan. Lalu apa saja yang harus dibawa ? Dan perlengkapan tersebut adalah : Ransel,
gunakan ransel yang ringan dan anti air.Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan
mempunyai banyak kantong.Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk penahan dingin dan
sholat, bagi yang beragama islam.Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.Kantung tidur (sleeping
bag) dan alas tidur (matras).Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.Peralatan makan; piring, sendok, garpu,
gelas/mug, tempat air.Peralatan mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.Peralatan masak;
misting, kompor spiritus, kompor paraffin.Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki.Kaos kaki; membawa
cadangan kaos kaki dan simpan dalam plastic.Sarung tangan; untuk pelindung dan penahan dingin.Topi.Senter;
selain utnuk penerangan, berguna juga untuk memberi isyarat.Peluit; berguna untuk berkomunikasi.Korek api;
baik itu korek api gas atau korek api kayu dan simpan dalam tabung bekas film agar aman.Ponco; berguna untuk
jas hujan, tenda darurat, alat tidur dan lain-lain. Jika tidak ada ponco, bawalah plastic tebal selebar taplak meja.Obatobatan
pribadi. Kalo kamu berkemah, ya tentu saja harus bawa tenda dan sebelum berangkat tenda diperiksa
dahulu apakah masih bagus atau sudah banyak dengan lubang/ robek. Berapa kebutuhan tali dan pasak serta tongkat/
bambo untuk mendirikan tenda. Jika Kotor tenda harus dicuci dahulu, agar dapat ditempati dengan nyaman dan sehat.
Sebelum berangkat, perlengkapan/ barang di cek, jangan ada yang teringgal. Dalam berkemah harus tahu tujuan,
kebutuhan, kondisi dan situasi saat ini. Waktu lama berkemah, dan lokasi tujuan ikut menentukan barang apa saja yang
harus dibawa, jadi sebaiknya disesuaikan, tidal semua barang harus dibawa, nanti malah dikira orang mau pindahan
rumah ?
               Metode dan alat yang dapat digunakan dalam menyajikan kegiatan Pramuka Siaga dan Penggalang adalah :
1.    Bermain, yaitu didalamnya disajikan dalam bentuk permainan bermain sekehendak hati tetapi mempunyai sasaran dan tujuan serta ada aturan permainan yang harus didikuti.
2.    Menyanyi, karena dengan nyanyian dapat digunakan untuk menyajikan bahan latihan Pembina Siaga/Penggalang. Sebagai awal penyemangat bagipeserta didik.
3.    Lomba, dengan lomba dapat digunakan untuk menyajikan bahan latihan dan menggairahkan serta memberi semangat pada peserta didik.
4.    Bermain,  yaitu melakukan peran tertentu sebagai penanaman suatu sikap yang telah Pembina tanamkan, yang mengandung pendidikan bagi peserta didik.
5.    Bercerita,  karena cerita merupakan hal yang menarik bagi Pramuka siaga.
6.    Kerja Kelompok, yaitu Barung Siaga dapat diberikan tugas untuk untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Yang dikerjakan bersama-sama kelompoknya.
7.    Surprise, yaitu dapat diadakan pada waktu tak diduga-duga oleh peserta didik, contoh : Pemberian hadiah ulang tahun.
8.    Demonstrasi, yaitu memperagakan sesuatu dihadapan anak yang ada kaitan dengan bahan latihan, contoh : Senam lantai, berenang dan senam TBB (tarian baris berbaris ).
9.    Menirukan, yaitu Pembina memberi contoh dan peserta menirukan.
Contoh : Mengajarkan lagu-lagu Nasional dan lagu-lagu pramuka.
SISTEM AMONG
  1. Sistem among adalah cara mengasuh. Istilah ini digunakan pertama kali oleh Ki Hajar Dewantara yang memiliki nama lengkap Raden Mas Surjadiningrat, lahir pada 2 Mei 1889 yang kemudian diperingati sebagai hari pendidikan nasional.
  2. Dalam gerakan Pramuka, peserta didik diberi kesempatan untuk mengembangkan kepribadiannya, bakatnya, kemampuannya dan cita-citanya.
  3. Pembina hanya bertugas menjaga, membenarkan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi, menjadi tempat konsultasi dan bertanya bagi peserta didik.
  4. Sistem among adalah sistem pendidikan dengan cara memberi kebebasan bergerak dan bertindak leluasa sejauh mungkin, menghindari unsur :
  •   Perintah
  •    Keharusan
  •    Paksaan
            Sehingga tidak merugikan bagi masyarakat dan diri sendiri Pedoman :
      Ing Ngarso sing Tulodo    (Di depan memberikan contoh)
      Ing Madyo Mangun Karso            (Di tengah menjadi
ADMINISTRASI DALAM PASUKAN PENGGALANG
Sebagai gerakan pendidikan, Gerakan Pramuka memerlukan dukungan administrasi/tata usaha, yang akan mengadministrasikan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan dan perkembangan satuan, misalnya mengenai: keanggotaan, kegiatan, perlengakapn, kecakapan, dll.

Keterlibatan dan kelengkapan catatan pada administrasi akan sangat bermanfaat untuk:

a.       penyusunan program kerja tahunan dan rencana kegiatan.
b.       bahan penyusunan laporan.
c.       mengetahui perkembangan satuan.
d.       mengetahui perkembangan peserta didik.
e.       pertanggungjawab pelaksanaan kegiatan.
f.       data sejarah satuan.

Administrasi Perindukan Penggalang  terdiri dari:

a.       Daftar anggota
          Daftar  anggota disusun dengan kolom-kolom, sbb:
1)       nomor urut, nomor induk, nomor tanda anggota,
2)       nama lengkap peserta didik,
3)       agama,
4)       tempat dan tanggal lahir,
5)       alamat,
6)       golongan darah,
7)       sekolah,
8)       alamat orang tua/wali,
9)       pekerjaan orang tua/wali,
b.       Daftar prestasi, yang menurut catatan kehadiran peserta didik.
c.     Daftar iuran.
d.     Daftar pencapaian kecakapan menurut catatan tanggal penyelesaian tiap mata ujian SKU, SKK, dan tanggal pelantikan kenaikan tingkat serta pindah golongan.
e.     Daftar tabungan pribadi.
f.     Buku kegiatan:
1)    Rencana kegiatan,
2)    Program kegiatan,
3)    Acara kegiatan.
g.     Buku harian dan ├ílbum.
       Buku harian berisi catatan segala kegiatan kejadian dan hal ihwal satuan yang bersangkutan.  Pada buku harian ini dapat ditulis, digambarkan, ditempeli foto yang berkaitan dengan kegiatan itu.
h.     Kartu data pribadi.
       Berisi catatan perkembangan pribadi anggota.  Kartu ini hanya di pegang oleh Pembina.
i.      Buku risalah rapat.
j.    Buku catatan keuangan.

Majalah Pramuka RACANDI

Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Kubaktikan

Buku Panduan Pramuka Penggalang

Posted OnJune 16, 2010
Filed under Uncategorized
Comments Droppedone response
Penulis buku yang berjudul “ Buku Panduan Pramuka Penggalang”  ini mempunyai nama lengkap Susilo,S.Pd. Lahir di desa Pematang Serai, sebuah desa kecil yang berada di ujung kecamatan Tanjung Pura, tanggal 7 Juni 1985. Di desa kecil tersebutlah beliau mengecap pendidikan pertamanya yaitu di SDN Pematang serai. Setelah tamat melanjutkan di MTs Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak. Saat ujian akhir nasional, beliau sempat memperoleh juara umum dengan nilai tertinggi disekolahnya. Walaupun mungkin tidak susah untuk masuk sekolah pavorit,  MAN 1 Tanjung Pura merupakan sekolah pilihannya. Di MAN 1 inilah aktivitas dibidang Pramuka mulai digelutinya. Pada awalnya, mengikuti kegiatan Pramuka hanyalah karena pengaruh dari teman saja. Ikut-ikutan dan iseng-iseng saja. Tapi seiring berjalannya waktu, pramuka merupakan nafas dan hidupnya. Walaupun disibukkan dengan aktivitas lain, Pramuka tetap tidak bisa ia tinggalkan.
Setelah lulus dari MAN 1 Tanjung Pura, kakak ini mengikuti program beasiswa dari pemerintah untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. Karena usaha dan kerja keras yang tinggi, akhirnya beliau lulus dan satu-satunya siswa MAN 1 Tanjung Pura yang lulus melalui jalur tersebut. Universitas Negeri Medan (UNIMED) merupakan kampus pilihannya. Proses kuliahpun dijalaninya dengan susah payah yang akhirnya beliau dapat menyelesaikannya dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Anak ke-6 dari 6 bersaudara ini, saat ini merupakan pengajar di beberapa sekolah swasta di Tanjung Pura, yaitu di MTs Nurul Islam dan SMP Al-Hikmah Pulau Banyak. Pengalamannya dalam kegiatan pramuka, dibagikannya kepada siswanya di dua sekolah tersebut. Buku ini di buat juga karena mendapat banyak pengalaman selama mengajar Pramuka disekolah tersebut.
Jika tidak ada aral melintang, kakak ini akan membuat buku kembali untuk golongan siaga, penegak dan pandega. Semoga hasil karya yang dibuat akan berguna bagi kemajuan Pramuka. Salam Pramuka…!!!

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatnya pada penulis, sehingga buku yang telah lama ingin penulis selesaikan  akhirnya bisa selesai. Buku Panduan Pramuka Penggalang ini penulis buat untuk kebutuhan peserta didik Pramuka Penggalang yang selama ini sedikit sulit mencari informasi seputar pendidikan Pramuka, disebabkan kurangnya biaya karna harga buku yang mahal, juga karena minimnya kekmapuan teknologi untuk mengakses internet. Dan proses pembelajaran disekolah tentang Pramuka selama ini juga kurang maksmimal. Oleh karena itu penulis ingin membuat buku dengan harga yang terjangkau, tetapi tetap memiliki mutu yang tinggi yang mudah-mudahan akan mempermudah kepada Anggota Pramuka Penggalang untuk lebih mendalami ilmu Pramukanya. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat, baik bagi penulis sendiri maupun bagi para pembaca.
Dalam penulisan buku ini mungkin terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik yang penulis tahu maupun yang penulis tidak tahu. Dan penulis sadari buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mohonkan kritik dan saran demi kesempurnaan buku ini.
Dengan selesainya buku ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesikan buku ini, yaitu kepada :
  1. Kedua orangtua ayah dan Bunda, yang telah melahirkan penulis kedunia ini.
  2. Kepada Team 8, tempat penulis sharing dan berbagi ilmu selama ini yang telah banyak memberikan ilmu yang berharga kepada penulis, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu tentang kehidupan.
  3. Kepada Anggota Pramuka MTs Nurul Islam dan SMP Al Hikmah yang menjadi sumber inspirasi dan sumbangan terbesar dalam pembuatan buku ini.
Semoga buku ini dapat bermanfaat, terima kasih.                         Tanjung Pura,  Juni 2010
P E N U L I S
S U S I L O ,S.Pd
Perkemahan
Perkemahan adalah aktivitas yang menyenangkan bagi setiap insan yang hobi berkemah di alam bebas. Namun perkemahan tidak sekedar senang-senang belaka atau hura-hura, melainkan mempunyai tujuan pendidikan. Untuk itu, macam perkemahan dilihat dari aspek tujuannya sebagai berikut:
  1. Perkemahan Bhakti atau perkemahan wirakarya yang biasa disebut kemah kerja
  2. Perkemahan ilmiah yang bertujuan mengadakan penelitian ilmiah
  3. Perkemahan edukatif yang bertujuan pendidikan watak, melatih keterampilan pendidikan organisasi
  4. Perkemahan rekreasi yang bertujuan menumbuhkan daya kreatif.
  5. Perkemahan mengenal daerah lain yang bertujuan mengenal geografis budaya.
Waktu perkemahan
Waktu atau lamanya perkemahan di alam bebas tergantung pada kebijakan orang yang bersangkutan. Didalam kepramukaan terkenal waktu berkemah sebagai berikut :
  1. Perkemahan sehari, adalah perkemahan yang hanya membutuhkan waktu cukup sehari saja. Pagi berangkat sore pulang.
  2. Perkemahan Sabtu Minggu, yang dikenal dengan singkatan Persami .
  3. Perkemahan Tetap, yaitu perkemahan yang hanya beberapa hari dan menetap disuatu tempat yang sudah ditentukan.
  4. Perkemahan tidak tetap, adalah perkemahan yang hanya beberapa hari saja, lalu pindah lagi ketempat atau lokasi lain.
1. Pengertian Pramuka
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
“Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dasa Dharma
Dhasa darma menurut aati kata adalah 10 kewajiban. Dalam hal ini Dasa Dharma berfungsi sebagai Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Adapun isi Dasa Dharma tersebut adalah sebagai berikut :
Dasadharma Pramuka
Pramuka itu:
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
TRI SATYA
Trisatya merupakan 3 janji kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka. Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega. Bunyinya sbb:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  3. Menepati Dasadharma.
P3K
Arti dari P3K (Pertolongan pertama pada kecelakaan) adalah memberi bantuan sementara pada sikorban kecelakaan sebelum mendapat pemeriksaan intensif dari dokter ahli. Bantuan sementara ini untuk menghindari sejumlah hal berikut:
  1. Cacat tubuh
  2. Infeksi penyakit
  3. Perasaan takut
  4. kegelisahan bantin
Tujuan P3K adalah :
  1. Pelatihan dan pendidikan praktis untuk menangani sikorban kecelakaan dengan tepat, cepat dan benar.
  2. menyelamatkan jiwa sikorban kecelakaan
  3. pencegahan pada perusakan organ
  4. memberi bantuan pertolongan secara spontan dengan tepat.
Prinsip P3K
  1. Bergerak cepat, tepat, benar dan hati-hati
  2. Mempertimbangkan situasi dan kondisi dengan tepat.
Macam peralatan P3K
  1. Usungan (tandu)
  2. Pembalut
  3. kasa Steril
  4. Sneverband
  5. Kapas putih bersih
  6. obat-obatan
Tata Upacara Pramuka Penggalang
Ada 3 bentuk upacara untuk Pramuka Penggalang, yaitu upacara pembukaan latihan, upacara penutupan dan upacara pelantikan.
Upacara pembukaan latihan
Tahap persiapan
  1. Siapkan bendera merah putih
  2. Siapkan tiang bendera disertai tali penggereknya
  3. Teks Dasa Dharma
  4. Petugas pengibar bendera dan teks Dasa Dharma
Tahap pemeriksaan
  1. Setiap regu
  2. Pemimpin regu
  3. Pemimpin regu utama (pratama)
Tahap pelaksanaan
  1. Regu dipersiapkan, pemimpin regu dan pratama siap di tempat
  2. Penjemputan pembina
  3. Pembina menempati tempatnya
  4. Pembantu pembina berdiri di belakang pembina
  5. Penghormatan untuk pembina dipimpin pratama lalu diteruskan laporan
  6. Petugas mengibarkan bendera, sedangkan penghormatan bendera dipimpin pembina
  7. Pembina membaca teks pancasila diikuti peserta upacara
  8. Teks Dasa Dharma dibaca oleh petugas diikuti peserta upacara
  9. Prakata dari pembina dilanjutkan doa bersama
  10. Pratama melapor kepada pembina bahwa upacara selesai dilanjutkan dengan laporan
  11. Pembina dan pembantu pembina keluar arena upacara
  12. Upacara dibubarkan oleh pratama
Pada upacara penutupan dan pelantikan, formatnya hampir sama dengan upacara pembukaan.
Sejarah Pramuka Dunia
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell (Bapak Pandu Sedunia), seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy’s Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu. Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys untuk pramuka penggalang. Kemudian mengarang buku kembali untuk pramuka siaga yang berjudul The Junggle Book.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Riwayat Baden Powell
Kehidupan awal Baden-Powell dilahirkan di London, Inggris pada 22 Februari 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden Powell mempunyai istri yang bernama Olave dan 3 orang anak yaitu Bety, Lether dan Pether. Adiknya Agnes merupakan penggerakan dari Gerakan Kepanduan putri. Immbal Ohara merupakan nama kuda peliharaannya. Baden Powell menghembuskan nafas terakhirnya di Kenya Afrika Selatan pada 8 Janurari 1941.
Sejarah Pramuka di Indonesia
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Pada awalnya  jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian
SANDI
a. Sandi Kotak

















AB    CD      EF                    UV
GH     I J        KL            ST          WX
MN     OP       QR                    YZ
Contoh :          P          R         A         M         U         K         A





















b. Sandi Imarengos
I           M        A         R         E         N         G         O         S
1          2          3          4          5          6          7          8          9
Contoh :         P R A M U K A
P  4  3  2  U  K  3
c. Sandi Angka
A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z
1   2   3   4   5   6  7   8  9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Contoh : P  R  A  M  U  K  A
16 18 1 13  21 11 1
Arti dan makna Lambang Pramuka Sumatera Utara



Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan.
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka. Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, H.Agus Salim, dan Kihajar Dewantara. Lambang dari gerakan gerakan ini adalah bayangan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
Penggolongan Pramuka
Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (Kep Kwarnas no. 203 tahun 2009) peserta didik terdiri atas :
a. Pramuka Siaga
Pada Pramuka Siaga peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Barung dan setiap barung diberi nama yaitu nama warna. Setiap barung dipimpin oleh pimpinan barung atau Uncu. Jika 4 barung dijadikan satu disebut satu perindukan yang dipimpin oleh Sulung. Pembina untuk siaga di panggil Ayahanda untuk putra dan Ibunda untk putri. Pembantu Pembina di panggail Pak Cik untuk putra dan Buk Cik untuk putri. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna hijau, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka siaga digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Siaga Mula
  2. Siaga Bantu
  3. Siaga Tata
b. Pramuka Penggalang
Pada Pramuka Penggalang peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Regu dan setiap Regu diberi nama yaitu nama Binatang untuk putra dan nama Bunga untuk putri. Setiap Regu dipimpin oleh pimpinan Regu atau Pinru. Jika 4 Regu dijadikan satu disebut satu pasukan yang dipimpin oleh Pratama. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna merah, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka Penggalang digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Penggalang Ramu
  2. Penggalang Rakit
  3. Penggalang Terap
Arti dan makna Lambang Pramuka Nasional



  1. Bintang, artinya taqwa terhadap tuhan yang maha esa
  2. Padi, artinya makanan pokok bangsa Indonesia. Jumlahnya 61 yang mempunyai arti dimana tahun kelahiran gerakan Pramuka di Indonesia.
  3. Kapas, yang artinya pakain rakyat Indonesia terbuat dari kapas. Jumlahnya ada 8 yang artinya bulan kelahiran Pramuka Indonesia.
  4. Roda Industri, artinya Pramuka harus aktif, giat dan rajin.
  5. Gerakan Pramuka artinya organisasi kepanduan yang terdiri dari siaga, penggalang, penegak dan pandega.
  6. Buah kelapa yang baru tumbuh disebut cikal
  7. Bunga melati artinya suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
  8. Pita artinya pengikat tali persaudaraan
  9. Gigi roda berjumlah 14 artinya tanggal kelahiran gerakan Pramuka.
Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.
Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Sang Merah Putih dikibarkan pada Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 45 di gedung Pegangsaan Timur 56 Jakartadisebut Bendera Pusaka. Bendera Pusaka itu selalu dikibarkan di tiang yang tingginya 17 m di depan Istana Merdeka Jakarta pada tiap perayaan peringatan Hari Prokalamasi Kemerdekaan. Mulai tahun 1969 Bndera Pusaka itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua. Sebagai gantinya dikibarkan duplikatnya yang dibuat dari sutera alam Indonesia.
Dalam sejarah perjuangan kemrdekaan Indonesia, Bendera Pusaka tidak pernah jatuh ke tangan musuh, meskipun tentara colonial Belanda menduduki Ibukota Negara Republik Indonesia.
Bendera pusaka merah putih dijahit oleh ibu Fatmawati yang merupakan istri dari presiden Soekarno. 2 tokoh yang pertama sekali mengibarkan bendera merah putih adalah Suhud dan Latif Hendra Ningrat.
c. Pramuka Penegak
Pada Pramuka Penegak peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Saangga dan setiap Sangga diberi nama yaitu diambil dari aspirasinya. Setiap Sangga dipimpin oleh pimpinan Sangga atau Pinsa. Jika 4 Sangga dijadikan satu disebut Ambalan yang dipimpin oleh satu orang yaitu Pradana. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna kuning, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka Penegak digolongkan menjadi 2, yaitu:
  1. Penegak Bantara
  2. Penegak Laksana
d. Pramuka Pandega
Pada Pramuka Pandega, tidak lagi di bagi menjadi kelompok-kelompok, tetapi cukup satu kelompok yang disebut Racana. Setaipa anggota Pramuka golongan Pandega erat hubungannya dengan warna kuning tua, seperti tanda pangkat, lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain.
Lagu – lagu Pramuka
Hymne Pramuka
Kami Pramuka Indonesia
Manusia pancasila
Satyaku ku Dharmakan
Dharmaku kubaktikan
Agar jaya
Indonesia, Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu

Pramuka Sejati

Rajin terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Selalu riang setia suka menolong
Ya ya ya ya
Akulah pramuka
Pramuka sejati
Sejati akal dan prilakunya
Ya ya ya ya
Akulah pramuka
Pramuka sejati
Sejati akal dan prilakunya
Didalam kegiatan tidak pernah memalukan
Menuntut ilmu, adalah kewajiban
Pramuka …………(sekolah masing-masing)
Pramuka kita
Pramuka …………(daerah masing-masing)
………… pasti jaya

Sejarah Bendera Kebangsaan Merah Putih

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.

Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.[1]

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.[2]

Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.[3] Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba

Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Yepo – yepo

Yepo, yepo

Kawan bergembira

Disekitar api unggun menyala

Ayo marilah mari

Kawan semua bersuka ria

Api pengobat luka

Pengobar semangat
Pramuka satya
Hari Pramuka
Empat belas Agustus tahun 61
Itulah hari Praja Muda Karana
Hari Pramuka Indonesia
Hari lahirnya Praja Muda Karana
Pramuka
Sekali Pramuka tetap Pramuka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap sedia

Lambang Gerakan Pramuka

Bentuk

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk Silluete (bayangan) Tunas Kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar. Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam Keputusan Kwarnas No. 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Arti kiasan

Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:
  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka a adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
  2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
  3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
  4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
  5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
  6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Pramuka Garuda
Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan SKK Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.
Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan tokoh Pramuka.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang

Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.
  • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :
    • Lima buah TKK wajib yang dipilih
    • Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Gambar TKU dan TKK
Gambar Seragam Pramuka Putra dan Putri.



Tanda Pengenal Gerakan Pramuka
Macam-macam Tanda Pengenal

1. Tanda Umum

Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri. Macamnya: – Tanda tutup kepala, – setangan / pita leher, – tanda pelantikan, – tanda harian, – tanda WOSM.

2. Tanda Satuan

Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung. Macamnya: – Tanda barung / regu / sangga, – gugus depan, – kwartir, – Mabi, – krida, – saka, – Lencana daerah, – satuan dan lain-lain.

3. Tanda Jabatan

Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka. Macamnya: – Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, – sulung, pratama, pradana, – pemimpin / wakil krida / saka, – Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.

4. Tanda Kecakapan

Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya. Macamnya: – Tanda kecakapan umum / khusus, – pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.

5. Tanda Kehormatan

Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.Macamnya: – Peserta didik: Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan. – Orang dewasa: Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana.
Sifat – sifat Pramuka
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
  • Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  • Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
  • Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.

Fungsi Pramuka

Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  • Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Tanda Kecakapan Umum
TKU (Tanda Kecakapan Umum) adalah bagian dari sistem tanda kecakapan dalam Gerakan Pramuka di samping TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Tanda Kecakapan Umum diberikan setelah seorang anggota Gerakan Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dalam tingkatannya masing-masing.

Bentuk, tingkatan dan pemakaian

Pramuka Siaga

Pramuka Penggalang

Pramuka Penegak

Pramuka Pandega

TKK Bidang Keterampilan Teknik Pembangunan dengan warna dasar hijau, meliputi:
TKK Penjilid Buku, Juru Potret, Juru Kulit, Juru Logam, Penenun, Penangkap Ikan, Juru Kebun, Peternak Ulat Sutera, Peternak Lebah, Peternak Kelinci, Filateli, Pengumpul Lencana, Pengumpul Mata Uang, Pengumpul Tanaman Kering, Pengumpul Tanaman Hidup, Juru Masak, Pecinta Dirgantara, Pembuat Pesawat Model, Pengenal Cuaca, Komunikasi, Penjelajah, Juru Peta, Juru Navigasi Laut, Juru Isyarat Bendera, Pelaut, Pengembara, Petani Padi, Penanam Tanaman Hias, Petani Cabai, Juru Bambu, Juru Anyam, Juru Kayu, Juru Batu, Peternak Itik, Peternak Ayam, Peternak Sapi, Peternak Merpati TKK Pengumpul, Pengumpul Benda, Pengumpul Hewan TKK Juru Semboyan, Penjahit, Pengendara Sepeda, Juru Konstruksi Pesawat Udara, Juru Mesin Pesawat Udara, Juru Navigasi Udara, Juru Evakuasi Mesin, Pengenal Pesawat Udara, Juru Isyarat Elektronika, Juru Isyarat Optika, Perencana Kapal, Perahu Motor, Berkemah, Petani Bawang, Petani Tanaman Jalar, Peternak Belut, Peternak Lele, Statistika Keluarga Berencana, Pengatur Ruangan, Pengatur Rumah, Pengatur Meja Makan.
TKK Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong Royong, Ketertiban, Masyarakat, Perdamaian Dunia, dan Lingkungan Hidup dengan warna dasar biru, meliputi:
TKK Pemadam Kebakaran, Pengatur Lalu Lintas, Pengamanan Lingkungan, Penunjuk Jalan, Juru Bahasa, Juru Penerang, Korespondensi, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, Penyuluh Padi, Keadaan Darurat Udara, Keadaan Darurat Laut, Pembantu Ibu, Pengasuh Anak,  Penerima Tamu, Pendaki Gunung, Juru Ukur, Kependudukan, Pendataan Keluarga Berencana, Kesejahteraan Keluarga.
TKK Bidang Patriotisme dan Seni Budaya dengan warna dasar merah, meliputi:
TKK Dirigen, Penyanyi, Pelukis, Juru Gambar, Pengarang, Pembaca
10 TKK WAJIB
TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan., Pengatur Rumah, Juru Masak., Berkemah., Penabung., Penjahit., Juru Kebun, Pengaman Kampung, Pengamat, TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-
  • Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
  • Alat ( means ) bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Tujuan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
  • anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
  • anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
  • anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
  • anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

Tugas Pokok Pramuka

Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.

Golongan Bidang TKK

Lima golongan TKK tersebut ditandai dengan warna dasar TKK yang berbeda, dan digolongkan menjadi:
TKK Bidang Kesehatan dan Ketangkasan dengan warna dasar putih, meliputi:
TKK Gerak Jalan, Pengamat, Penyelidik, Perenang, Juru Layar, Juru Selam, Pendayung, Ski Air, Pencak Silat, Posyandu/TKK Keluarga Berencana
TKK Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi, dan Watak dengan warna dasar kuning, meliputi:
  1. TKK Sholat
  2. TKK Khatib
  3. TKK Qori
  4. TKK Muadzin
  5. TKK Penabung
  6. TKK Doa
  7. TKK Gereja
  8. TKK Pelayanan
  9. TKK Saksi Kristus
  10. TKK Terang Alkitab
  11. TKK Suluh Gereja
  12. TKK Bhakti
  13. TKK Dharmapala
  14. TKK Wicaksana
  15. TKK Dana Punia
  16. TKK Bhakti
  17. TKK Pendididkan KB

Tingkatan TKK

Tingkatan TKK dalam Gerakan Pramuka dibagi menjadi tiga. Untuk mencapai tingkatan selanjutnya, seorang Pramuka harus memenuhi syarat yang ditentukan dalam Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Setiap tingkatan SKK yang lebih tinggi akan berbeda persyaratannya dengan SKK yang memiliki tingkatan lebih rendah walaupun untuk TKK yang sama.
Dari kiri ke kanan, contoh TKK Pramuka Penegak: TKK Qori tingkat Purwa, TKK Pengamat tingkat Madya, TKK PPPK tingkat Utama
Tiga tingkatan tersebut ialah:
  1. Purwa; merupakan tingkatan terendah dalam TKK, berbentuk lingkaran.
  2. Madya; merupakan tingkatan TKK tingkat menengah, berbentuk persegi.
  3. Utama; merupakan tingkatan tertinggi TKK, berbentuk segi lima.
Yang membedakan TKK antar golongan peserta didik ialah warna tepian TKK yang berbeda.

14. Prinsip Dasar dan Metode Pramuka

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.
Baden-Powell sebagai penemu sistem pendidikan kepanduan telah menyusun prinsip-prinsip Dasar dan Metode Kepanduan, lalu menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepanduan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepanduan.
Dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:
  • Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  • Kepedulian terhadap diri pribadinya;
  • Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Metode

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
  • Belajar sambil melakukan;
  • Sistem berkelompok;
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan
Perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik;
  • Kegiatan di alam terbuka;
  • Sistem tanda kecakapan;
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  • Sistem among.
Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.
Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
Dalam kepramukaan, Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan seorang peserta didik dalam suatu bidang tertentu. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. TKK jumlahnya saat ini mencapai puluhan, dan kemungkinan akan ditambah seiring dengan kemajuan teknologi. Untuk memperoleh suatu TKK, seorang Pramuka harus mampu menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Khusus dalam bidang tersebut.

Pemasangan TKK

TKK dipasang di lengan sebelah kanan baju seragam, dengan dua pilihan pemasangan, yaitu
  • Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah lengan, atau
  • Melingkari lambang Kwartir Daerah dengan komposisi dua buah disebelah kanan lambang Kwartir Daerah, dua buah disebelah kiri lambang Kwartir Daerah, dan satu buah dibawah lambang Kwartir Daerah.
Jumlah TKK yang dapat dikenakan di baju seragam, paling banyak adalah lima buah. Jika memiliki TKK lebih dari lima buah, maka seorang Pramuka harus mengenakannya di selempang atau tetampan.

Pengenaan Selempang

Selempang (disebut juga tetampan) secara umum hanya dikenakan pada saat upacara resmi, pelantikan, dan momen penting lainnya. Pada kegiatan-kegiatan biasa atau pada saat latihan rutin biasa, selempang tidak perlu digunakan. Selempang dipasang mengarah dari kanan atas ke kiri bawah.
MORSE
Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel Morse pada tahun 1823 di Amerika Serikat. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ
E   = .         T   = _           R   = ._.      F   = .._.
I   = ..        M   = _ _         K   = _._      L   = ._..
S   = ...       O   = _ _ _       W   = ._ _     Q   = _ _._
H   = ....      KH  = _ _ _ _     G   = _ _.     Y   = _._ _ 
A   = ._        N   = _.          C   = _._.      X   = _.._
U   = .._       D   = _..         J   = ._ _ _    P   =._ _.
V   = ..._      B   = _...        Z   = _ _ ..
Salam dalam Pramuka
Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan “Salam pramuka!” yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan “Salam!” sambil menghormat juga.

// <![CDATA[// Fungsi salam pramuka

Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.

Macam salam pramuka

Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:

1. Salam biasa

Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.

2. Salam hormat

Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.
Untuk salam hormat diberikan kepada :
  • Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan dalam suatu upacara.
  • Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
  • Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.
  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Salam janji

Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji Trisatya dalam acara Ulang Janji.

Cara memberikan salam pramuka

  • Posisi siap, tangan kiri lurus ke bawah tangan kanan diangkat pada pelipis, posisi telapak tangan miring, telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas.
  • Ketika membawa tongkat; tongkat diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri melintang di depan dada.
Untuk salam penghormatan kepada Bendera merah putih, ketika membawa tongkat, tongkat di pindah ke tangan kiri, dengan ujung tongkat masih tetap di depan kaki kanan, dan tangan kanan diangkat pada pelipis, seperti pada posisi ketika tidak membawa tongkat . Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (dalam keadaan duduk atau di atas kendaraan), salam pramuka dapat diberikan hanya dengan mengangkat tangan pada pelipis sambil mengucapkan “Salam Pramuka” dan tanpa perlu berdiri.
SEMAPHORE
Semaphore adalah alat komunikasi dua arah berbentuk dua bendera, masing – masing bendera bertangkai. Warna yang sering dipakai adalah warna merah atau kuning. Bendera semaphore berukuran panajang 40 cm dan lebar 40 cm. Dengan sebelah kanan bewarna merah dan sebelah kiri bewarna kuning, bentuknya bersilang. Sedangkan panjang tongkat. Berikut contoh penggunaan Semaphore.

Majalah Pramuka RACANDI

Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Kubaktikan

Buku Panduan Pramuka Penggalang

Posted OnJune 16, 2010
Filed under Uncategorized
Comments Droppedone response
Penulis buku yang berjudul “ Buku Panduan Pramuka Penggalang”  ini mempunyai nama lengkap Susilo,S.Pd. Lahir di desa Pematang Serai, sebuah desa kecil yang berada di ujung kecamatan Tanjung Pura, tanggal 7 Juni 1985. Di desa kecil tersebutlah beliau mengecap pendidikan pertamanya yaitu di SDN Pematang serai. Setelah tamat melanjutkan di MTs Tarbiyah Waladiyah Pulau Banyak. Saat ujian akhir nasional, beliau sempat memperoleh juara umum dengan nilai tertinggi disekolahnya. Walaupun mungkin tidak susah untuk masuk sekolah pavorit,  MAN 1 Tanjung Pura merupakan sekolah pilihannya. Di MAN 1 inilah aktivitas dibidang Pramuka mulai digelutinya. Pada awalnya, mengikuti kegiatan Pramuka hanyalah karena pengaruh dari teman saja. Ikut-ikutan dan iseng-iseng saja. Tapi seiring berjalannya waktu, pramuka merupakan nafas dan hidupnya. Walaupun disibukkan dengan aktivitas lain, Pramuka tetap tidak bisa ia tinggalkan.
Setelah lulus dari MAN 1 Tanjung Pura, kakak ini mengikuti program beasiswa dari pemerintah untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri di seluruh Indonesia. Karena usaha dan kerja keras yang tinggi, akhirnya beliau lulus dan satu-satunya siswa MAN 1 Tanjung Pura yang lulus melalui jalur tersebut. Universitas Negeri Medan (UNIMED) merupakan kampus pilihannya. Proses kuliahpun dijalaninya dengan susah payah yang akhirnya beliau dapat menyelesaikannya dengan gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).
Anak ke-6 dari 6 bersaudara ini, saat ini merupakan pengajar di beberapa sekolah swasta di Tanjung Pura, yaitu di MTs Nurul Islam dan SMP Al-Hikmah Pulau Banyak. Pengalamannya dalam kegiatan pramuka, dibagikannya kepada siswanya di dua sekolah tersebut. Buku ini di buat juga karena mendapat banyak pengalaman selama mengajar Pramuka disekolah tersebut.
Jika tidak ada aral melintang, kakak ini akan membuat buku kembali untuk golongan siaga, penegak dan pandega. Semoga hasil karya yang dibuat akan berguna bagi kemajuan Pramuka. Salam Pramuka…!!!

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmatnya pada penulis, sehingga buku yang telah lama ingin penulis selesaikan  akhirnya bisa selesai. Buku Panduan Pramuka Penggalang ini penulis buat untuk kebutuhan peserta didik Pramuka Penggalang yang selama ini sedikit sulit mencari informasi seputar pendidikan Pramuka, disebabkan kurangnya biaya karna harga buku yang mahal, juga karena minimnya kekmapuan teknologi untuk mengakses internet. Dan proses pembelajaran disekolah tentang Pramuka selama ini juga kurang maksmimal. Oleh karena itu penulis ingin membuat buku dengan harga yang terjangkau, tetapi tetap memiliki mutu yang tinggi yang mudah-mudahan akan mempermudah kepada Anggota Pramuka Penggalang untuk lebih mendalami ilmu Pramukanya. Mudah-mudahan buku ini dapat bermanfaat, baik bagi penulis sendiri maupun bagi para pembaca.
Dalam penulisan buku ini mungkin terdapat banyak kesalahan dan kekurangan baik yang penulis tahu maupun yang penulis tidak tahu. Dan penulis sadari buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis mohonkan kritik dan saran demi kesempurnaan buku ini.
Dengan selesainya buku ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesikan buku ini, yaitu kepada :
  1. Kedua orangtua ayah dan Bunda, yang telah melahirkan penulis kedunia ini.
  2. Kepada Team 8, tempat penulis sharing dan berbagi ilmu selama ini yang telah banyak memberikan ilmu yang berharga kepada penulis, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu tentang kehidupan.
  3. Kepada Anggota Pramuka MTs Nurul Islam dan SMP Al Hikmah yang menjadi sumber inspirasi dan sumbangan terbesar dalam pembuatan buku ini.
Semoga buku ini dapat bermanfaat, terima kasih.                         Tanjung Pura,  Juni 2010
P E N U L I S
S U S I L O ,S.Pd
Perkemahan
Perkemahan adalah aktivitas yang menyenangkan bagi setiap insan yang hobi berkemah di alam bebas. Namun perkemahan tidak sekedar senang-senang belaka atau hura-hura, melainkan mempunyai tujuan pendidikan. Untuk itu, macam perkemahan dilihat dari aspek tujuannya sebagai berikut:
  1. Perkemahan Bhakti atau perkemahan wirakarya yang biasa disebut kemah kerja
  2. Perkemahan ilmiah yang bertujuan mengadakan penelitian ilmiah
  3. Perkemahan edukatif yang bertujuan pendidikan watak, melatih keterampilan pendidikan organisasi
  4. Perkemahan rekreasi yang bertujuan menumbuhkan daya kreatif.
  5. Perkemahan mengenal daerah lain yang bertujuan mengenal geografis budaya.
Waktu perkemahan
Waktu atau lamanya perkemahan di alam bebas tergantung pada kebijakan orang yang bersangkutan. Didalam kepramukaan terkenal waktu berkemah sebagai berikut :
  1. Perkemahan sehari, adalah perkemahan yang hanya membutuhkan waktu cukup sehari saja. Pagi berangkat sore pulang.
  2. Perkemahan Sabtu Minggu, yang dikenal dengan singkatan Persami .
  3. Perkemahan Tetap, yaitu perkemahan yang hanya beberapa hari dan menetap disuatu tempat yang sudah ditentukan.
  4. Perkemahan tidak tetap, adalah perkemahan yang hanya beberapa hari saja, lalu pindah lagi ketempat atau lokasi lain.
1. Pengertian Pramuka
Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari praja muda karana, yang memiliki arti rakyat muda yang suka berkarya.
“Pramuka” merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pelatih, Pamong Saka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing.
Sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dasa Dharma
Dhasa darma menurut aati kata adalah 10 kewajiban. Dalam hal ini Dasa Dharma berfungsi sebagai Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan. Adapun isi Dasa Dharma tersebut adalah sebagai berikut :
Dasadharma Pramuka
Pramuka itu:
  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, terampil, dan gembira.
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani, dan setia.
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
TRI SATYA
Trisatya merupakan 3 janji kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka. Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega. Bunyinya sbb:
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
  1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
  2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
  3. Menepati Dasadharma.
P3K
Arti dari P3K (Pertolongan pertama pada kecelakaan) adalah memberi bantuan sementara pada sikorban kecelakaan sebelum mendapat pemeriksaan intensif dari dokter ahli. Bantuan sementara ini untuk menghindari sejumlah hal berikut:
  1. Cacat tubuh
  2. Infeksi penyakit
  3. Perasaan takut
  4. kegelisahan bantin
Tujuan P3K adalah :
  1. Pelatihan dan pendidikan praktis untuk menangani sikorban kecelakaan dengan tepat, cepat dan benar.
  2. menyelamatkan jiwa sikorban kecelakaan
  3. pencegahan pada perusakan organ
  4. memberi bantuan pertolongan secara spontan dengan tepat.
Prinsip P3K
  1. Bergerak cepat, tepat, benar dan hati-hati
  2. Mempertimbangkan situasi dan kondisi dengan tepat.
Macam peralatan P3K
  1. Usungan (tandu)
  2. Pembalut
  3. kasa Steril
  4. Sneverband
  5. Kapas putih bersih
  6. obat-obatan
Tata Upacara Pramuka Penggalang
Ada 3 bentuk upacara untuk Pramuka Penggalang, yaitu upacara pembukaan latihan, upacara penutupan dan upacara pelantikan.
Upacara pembukaan latihan
Tahap persiapan
  1. Siapkan bendera merah putih
  2. Siapkan tiang bendera disertai tali penggereknya
  3. Teks Dasa Dharma
  4. Petugas pengibar bendera dan teks Dasa Dharma
Tahap pemeriksaan
  1. Setiap regu
  2. Pemimpin regu
  3. Pemimpin regu utama (pratama)
Tahap pelaksanaan
  1. Regu dipersiapkan, pemimpin regu dan pratama siap di tempat
  2. Penjemputan pembina
  3. Pembina menempati tempatnya
  4. Pembantu pembina berdiri di belakang pembina
  5. Penghormatan untuk pembina dipimpin pratama lalu diteruskan laporan
  6. Petugas mengibarkan bendera, sedangkan penghormatan bendera dipimpin pembina
  7. Pembina membaca teks pancasila diikuti peserta upacara
  8. Teks Dasa Dharma dibaca oleh petugas diikuti peserta upacara
  9. Prakata dari pembina dilanjutkan doa bersama
  10. Pratama melapor kepada pembina bahwa upacara selesai dilanjutkan dengan laporan
  11. Pembina dan pembantu pembina keluar arena upacara
  12. Upacara dibubarkan oleh pratama
Pada upacara penutupan dan pelantikan, formatnya hampir sama dengan upacara pembukaan.
Sejarah Pramuka Dunia
Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell (Bapak Pandu Sedunia), seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy’s Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.
Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.
Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu. Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys untuk pramuka penggalang. Kemudian mengarang buku kembali untuk pramuka siaga yang berjudul The Junggle Book.
Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.
Riwayat Baden Powell
Kehidupan awal Baden-Powell dilahirkan di London, Inggris pada 22 Februari 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor Savilian yang mengajar geometri di Oxford. Ayahnya, pendeta Harry Baden-Powell, meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, Henrietta Grace, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden Powell mempunyai istri yang bernama Olave dan 3 orang anak yaitu Bety, Lether dan Pether. Adiknya Agnes merupakan penggerakan dari Gerakan Kepanduan putri. Immbal Ohara merupakan nama kuda peliharaannya. Baden Powell menghembuskan nafas terakhirnya di Kenya Afrika Selatan pada 8 Janurari 1941.
Sejarah Pramuka di Indonesia
Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.
Pada awalnya  jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu. Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian
SANDI
a. Sandi Kotak

















AB    CD      EF                    UV
GH     I J        KL            ST          WX
MN     OP       QR                    YZ
Contoh :          P          R         A         M         U         K         A





















b. Sandi Imarengos
I           M        A         R         E         N         G         O         S
1          2          3          4          5          6          7          8          9
Contoh :         P R A M U K A
P  4  3  2  U  K  3
c. Sandi Angka
A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M  N  O  P  Q  R  S  T  U  V  W  X  Y  Z
1   2   3   4   5   6  7   8  9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Contoh : P  R  A  M  U  K  A
16 18 1 13  21 11 1
Arti dan makna Lambang Pramuka Sumatera Utara



Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan.
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya.Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian.
Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang.Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta.Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai.
Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka. Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, H.Agus Salim, dan Kihajar Dewantara. Lambang dari gerakan gerakan ini adalah bayangan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
Penggolongan Pramuka
Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka (Kep Kwarnas no. 203 tahun 2009) peserta didik terdiri atas :
a. Pramuka Siaga
Pada Pramuka Siaga peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Barung dan setiap barung diberi nama yaitu nama warna. Setiap barung dipimpin oleh pimpinan barung atau Uncu. Jika 4 barung dijadikan satu disebut satu perindukan yang dipimpin oleh Sulung. Pembina untuk siaga di panggil Ayahanda untuk putra dan Ibunda untk putri. Pembantu Pembina di panggail Pak Cik untuk putra dan Buk Cik untuk putri. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna hijau, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka siaga digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Siaga Mula
  2. Siaga Bantu
  3. Siaga Tata
b. Pramuka Penggalang
Pada Pramuka Penggalang peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Regu dan setiap Regu diberi nama yaitu nama Binatang untuk putra dan nama Bunga untuk putri. Setiap Regu dipimpin oleh pimpinan Regu atau Pinru. Jika 4 Regu dijadikan satu disebut satu pasukan yang dipimpin oleh Pratama. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna merah, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka Penggalang digolongkan menjadi 3, yaitu:
  1. Penggalang Ramu
  2. Penggalang Rakit
  3. Penggalang Terap
Arti dan makna Lambang Pramuka Nasional



  1. Bintang, artinya taqwa terhadap tuhan yang maha esa
  2. Padi, artinya makanan pokok bangsa Indonesia. Jumlahnya 61 yang mempunyai arti dimana tahun kelahiran gerakan Pramuka di Indonesia.
  3. Kapas, yang artinya pakain rakyat Indonesia terbuat dari kapas. Jumlahnya ada 8 yang artinya bulan kelahiran Pramuka Indonesia.
  4. Roda Industri, artinya Pramuka harus aktif, giat dan rajin.
  5. Gerakan Pramuka artinya organisasi kepanduan yang terdiri dari siaga, penggalang, penegak dan pandega.
  6. Buah kelapa yang baru tumbuh disebut cikal
  7. Bunga melati artinya suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
  8. Pita artinya pengikat tali persaudaraan
  9. Gigi roda berjumlah 14 artinya tanggal kelahiran gerakan Pramuka.
Bendera yang dinamakan Sang Merah Putih ini pertama kali digunakan oleh para pelajar dan kaum nasionalis pada awal abad ke-20 di bawah kekuasaan Belanda. Setelah Perang Dunia II berakhir, Indonesia merdeka dan mulai menggunakan bendera ini sebagai bendera nasional.
Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti berani, putih berarti suci. Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan untuk Indonesia.
Sang Merah Putih dikibarkan pada Hari Proklamasi tanggal 17 Agustus 45 di gedung Pegangsaan Timur 56 Jakartadisebut Bendera Pusaka. Bendera Pusaka itu selalu dikibarkan di tiang yang tingginya 17 m di depan Istana Merdeka Jakarta pada tiap perayaan peringatan Hari Prokalamasi Kemerdekaan. Mulai tahun 1969 Bndera Pusaka itu tidak lagi dapat dikibarkan karena sudah tua. Sebagai gantinya dikibarkan duplikatnya yang dibuat dari sutera alam Indonesia.
Dalam sejarah perjuangan kemrdekaan Indonesia, Bendera Pusaka tidak pernah jatuh ke tangan musuh, meskipun tentara colonial Belanda menduduki Ibukota Negara Republik Indonesia.
Bendera pusaka merah putih dijahit oleh ibu Fatmawati yang merupakan istri dari presiden Soekarno. 2 tokoh yang pertama sekali mengibarkan bendera merah putih adalah Suhud dan Latif Hendra Ningrat.
c. Pramuka Penegak
Pada Pramuka Penegak peserta didik dikelompokkan, setiap satu kelompok terdiri dari 6 hingga 10 orang. Setiap kelompok disebut Saangga dan setiap Sangga diberi nama yaitu diambil dari aspirasinya. Setiap Sangga dipimpin oleh pimpinan Sangga atau Pinsa. Jika 4 Sangga dijadikan satu disebut Ambalan yang dipimpin oleh satu orang yaitu Pradana. Warna dasar tanda pengenalnya berwarna kuning, misalnya lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain. Pramuka Penegak digolongkan menjadi 2, yaitu:
  1. Penegak Bantara
  2. Penegak Laksana
d. Pramuka Pandega
Pada Pramuka Pandega, tidak lagi di bagi menjadi kelompok-kelompok, tetapi cukup satu kelompok yang disebut Racana. Setaipa anggota Pramuka golongan Pandega erat hubungannya dengan warna kuning tua, seperti tanda pangkat, lambang pramuka, tali komando, penjepit kacu dan lain-lain.
Lagu – lagu Pramuka
Hymne Pramuka
Kami Pramuka Indonesia
Manusia pancasila
Satyaku ku Dharmakan
Dharmaku kubaktikan
Agar jaya
Indonesia, Indonesia tanah airku
Kami jadi pandumu

Pramuka Sejati

Rajin terampil dan gembira
Senantiasa praja muda karana
Sopan dan tak kenal rasa sombong
Selalu riang setia suka menolong
Ya ya ya ya
Akulah pramuka
Pramuka sejati
Sejati akal dan prilakunya
Ya ya ya ya
Akulah pramuka
Pramuka sejati
Sejati akal dan prilakunya
Didalam kegiatan tidak pernah memalukan
Menuntut ilmu, adalah kewajiban
Pramuka …………(sekolah masing-masing)
Pramuka kita
Pramuka …………(daerah masing-masing)
………… pasti jaya

Sejarah Bendera Kebangsaan Merah Putih

Bendera nasional Indonesia adalah sebuah bendera berdesain sederhana dengan dua warna yang dibagi menjadi dua bagian secara mendatar (horizontal). Warnanya diambil dari warna Kerajaan Majapahit. Sebenarnya tidak hanya kerajaan Majapahit saja yang memakai bendera merah putih sebagai lambang kebesaran. Sebelum Majapahit, kerajaan Kediri telah memakai panji-panji merah putih.

Selain itu, bendera perang Sisingamangaraja IX dari tanah Batak pun memakai warna merah putih sebagai warna benderanya , bergambar pedang kembar warna putih dengan dasar merah menyala dan putih. Warna merah dan putih ini adalah bendera perang Sisingamangaraja XII. Dua pedang kembar melambangkan piso gaja dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII.[1]

Ketika terjadi perang di Aceh, pejuang – pejuang Aceh telah menggunakan bendera perang berupa umbul-umbul dengan warna merah dan putih, di bagian belakang diaplikasikan gambar pedang, bulan sabit, matahari, dan bintang serta beberapa ayat suci Al Quran.[2]

Di jaman kerajaan Bugis Bone,Sulawesi Selatan sebelum Arung Palakka, bendera Merah Putih, adalah simbol kekuasaan dan kebesaran kerajaan Bone.Bendera Bone itu dikenal dengan nama Woromporang.[3] Pada waktu perang Jawa (1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam perjuangannya melawan Belanda.

Ditinjau dari segi sejarah, sejak dahulu kala kedua warna merah dan putih mengandung makna yang suci. Warna merah mirip dengan warna gula jawa/gula aren dan warna putih mirip dengan warna nasi. Kedua bahan ini adalah bahan utama dalam masakan Indonesia, terutama di pulau Jawa. Ketika Kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara, warna panji-panji yang digunakan adalah merah dan putih (umbul-umbul abang putih). Sejak dulu warna merah dan putih ini oleh orang Jawa digunakan untuk upacara selamatan kandungan bayi sesudah berusia empat bulan di dalam rahim berupa bubur yang diberi pewarna merah sebagian. Orang Jawa percaya bahwa kehamilan dimulai sejak bersatunya unsur merah sebagai lambang ibu, yaitu darah yang tumpah ketika sang jabang bayi lahir, dan unsur putih sebagai lambang ayah, yang ditanam di gua garba

Struktur Organisasi Gerakan Pramuka

Yepo – yepo

Yepo, yepo

Kawan bergembira

Disekitar api unggun menyala

Ayo marilah mari

Kawan semua bersuka ria

Api pengobat luka

Pengobar semangat
Pramuka satya
Hari Pramuka
Empat belas Agustus tahun 61
Itulah hari Praja Muda Karana
Hari Pramuka Indonesia
Hari lahirnya Praja Muda Karana
Pramuka
Sekali Pramuka tetap Pramuka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap sedia

Lambang Gerakan Pramuka

Bentuk

Lambang Gerakan Pramuka berbentuk Silluete (bayangan) Tunas Kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar. Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam Keputusan Kwarnas No. 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Arti kiasan

Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan sebagai berikut:
  1. Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka a adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).
  2. Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.
  3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun
  4. Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.
  5. Akar nyiur kuat. Mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.
  6. Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.
Pramuka Garuda
Pramuka Garuda ialah tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega). Seorang peserta didik yang telah mencapai tingkatan terakhir dalam golongannya, dan telah memenuhi persyaratan SKK Garuda, berhak mengajukan permohonan kepada Kwartir melalui pembina gudepnya untuk dapat mengikuti uji kelayakan untuk dapat naik ke tingkatan Garuda. Setelah mengajukan permohonan, Kwartir akan mengevaluasi peserta didik itu tentang kelayakan, baik dalam segi mental, ataupun sisi kelayakan persyaratan. Setelah dinilai cakap dan memenuhi persyaratan, calon Pramuka Garuda akan wawancarai oleh tim penguji yang terdiri dari tokoh kwartir, gugus depan, guru, orang tua, dan tokoh masyarakat.
Setelah lulus tes wawancara dan tes kecakapan, seorang peserta didik akan dilantik menjadi Pramuka Garuda. Pelantikan biasanya diselenggarakan bertepatan dengan hari yang bermakna khusus, baik bagi peserta didik tersebut ataupun bagi Gerakan Pramuka, semisal: hari ulang tahun atau Hari Pramuka. Pelantikan umumnya dihadiri oleh Tim Penguji, orang tua dan tokoh Pramuka.

Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang

Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramuka Garuda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalang, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasadarma.
  • Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap.
  • Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Penggalang, sedikit-dikitnya sepuluh macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus, sedikitnya satu macam TKK tingkat Utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu :
    • Lima buah TKK wajib yang dipilih
    • Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di antara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Gambar TKU dan TKK
Gambar Seragam Pramuka Putra dan Putri.



Tanda Pengenal Gerakan Pramuka
Macam-macam Tanda Pengenal

1. Tanda Umum

Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang sudah dilantik, baik putra maupun putri. Macamnya: – Tanda tutup kepala, – setangan / pita leher, – tanda pelantikan, – tanda harian, – tanda WOSM.

2. Tanda Satuan

Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu, tempat seorang anggota Gerakan Pramuka bergabung. Macamnya: – Tanda barung / regu / sangga, – gugus depan, – kwartir, – Mabi, – krida, – saka, – Lencana daerah, – satuan dan lain-lain.

3. Tanda Jabatan

Menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka. Macamnya: – Tanda pemimpin / wakil pemimpin barung / regu / sangga, – sulung, pratama, pradana, – pemimpin / wakil krida / saka, – Dewan Kerja, Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka dan lain-lain.

4. Tanda Kecakapan

Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golongan usianya. Macamnya: – Tanda kecakapan umum / khusus, – pramuka garuda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa.

5. Tanda Kehormatan

Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka, kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.Macamnya: – Peserta didik: Tiska, tigor, bintang tahunan, bintang wiratama, bintang teladan. – Orang dewasa: Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, Melati, Tunas Kencana.
Sifat – sifat Pramuka
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :
  • Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  • Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
  • Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan.

Fungsi Pramuka

Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai berikut:
  • Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan kegiatan yang hanya bersifat hiburan saja. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
Tanda Kecakapan Umum
TKU (Tanda Kecakapan Umum) adalah bagian dari sistem tanda kecakapan dalam Gerakan Pramuka di samping TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Tanda Kecakapan Umum diberikan setelah seorang anggota Gerakan Pramuka menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dalam tingkatannya masing-masing.

Bentuk, tingkatan dan pemakaian

Pramuka Siaga

Pramuka Penggalang

Pramuka Penegak

Pramuka Pandega

TKK Bidang Keterampilan Teknik Pembangunan dengan warna dasar hijau, meliputi:
TKK Penjilid Buku, Juru Potret, Juru Kulit, Juru Logam, Penenun, Penangkap Ikan, Juru Kebun, Peternak Ulat Sutera, Peternak Lebah, Peternak Kelinci, Filateli, Pengumpul Lencana, Pengumpul Mata Uang, Pengumpul Tanaman Kering, Pengumpul Tanaman Hidup, Juru Masak, Pecinta Dirgantara, Pembuat Pesawat Model, Pengenal Cuaca, Komunikasi, Penjelajah, Juru Peta, Juru Navigasi Laut, Juru Isyarat Bendera, Pelaut, Pengembara, Petani Padi, Penanam Tanaman Hias, Petani Cabai, Juru Bambu, Juru Anyam, Juru Kayu, Juru Batu, Peternak Itik, Peternak Ayam, Peternak Sapi, Peternak Merpati TKK Pengumpul, Pengumpul Benda, Pengumpul Hewan TKK Juru Semboyan, Penjahit, Pengendara Sepeda, Juru Konstruksi Pesawat Udara, Juru Mesin Pesawat Udara, Juru Navigasi Udara, Juru Evakuasi Mesin, Pengenal Pesawat Udara, Juru Isyarat Elektronika, Juru Isyarat Optika, Perencana Kapal, Perahu Motor, Berkemah, Petani Bawang, Petani Tanaman Jalar, Peternak Belut, Peternak Lele, Statistika Keluarga Berencana, Pengatur Ruangan, Pengatur Rumah, Pengatur Meja Makan.
TKK Bidang Sosial, Perikemanusiaan, Gotong Royong, Ketertiban, Masyarakat, Perdamaian Dunia, dan Lingkungan Hidup dengan warna dasar biru, meliputi:
TKK Pemadam Kebakaran, Pengatur Lalu Lintas, Pengamanan Lingkungan, Penunjuk Jalan, Juru Bahasa, Juru Penerang, Korespondensi, Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, Penyuluh Padi, Keadaan Darurat Udara, Keadaan Darurat Laut, Pembantu Ibu, Pengasuh Anak,  Penerima Tamu, Pendaki Gunung, Juru Ukur, Kependudukan, Pendataan Keluarga Berencana, Kesejahteraan Keluarga.
TKK Bidang Patriotisme dan Seni Budaya dengan warna dasar merah, meliputi:
TKK Dirigen, Penyanyi, Pelukis, Juru Gambar, Pengarang, Pembaca
10 TKK WAJIB
TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan., Pengatur Rumah, Juru Masak., Berkemah., Penabung., Penjahit., Juru Kebun, Pengaman Kampung, Pengamat, TKK Bidang Olah Raga, misalnya gerak jalan, berenang, dan lain-
  • Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
  • Alat ( means ) bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Tujuan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia dengan tujuan agar;
  • anggotanya menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta tinggi mental, moral, budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
  • anggotanya menjadi manusia yang tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
  • anggotanya menjadi manusia yang kuat dan sehat fisiknya.
  • anggotanya menjadi manusia yang menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.

Tugas Pokok Pramuka

Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam ikut membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua anggota Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua anggotanya dan masyarakat di lingkungannya.

Golongan Bidang TKK

Lima golongan TKK tersebut ditandai dengan warna dasar TKK yang berbeda, dan digolongkan menjadi:
TKK Bidang Kesehatan dan Ketangkasan dengan warna dasar putih, meliputi:
TKK Gerak Jalan, Pengamat, Penyelidik, Perenang, Juru Layar, Juru Selam, Pendayung, Ski Air, Pencak Silat, Posyandu/TKK Keluarga Berencana
TKK Bidang Agama, Mental, Moral, Spiritual, Pembentukan Pribadi, dan Watak dengan warna dasar kuning, meliputi:
  1. TKK Sholat
  2. TKK Khatib
  3. TKK Qori
  4. TKK Muadzin
  5. TKK Penabung
  6. TKK Doa
  7. TKK Gereja
  8. TKK Pelayanan
  9. TKK Saksi Kristus
  10. TKK Terang Alkitab
  11. TKK Suluh Gereja
  12. TKK Bhakti
  13. TKK Dharmapala
  14. TKK Wicaksana
  15. TKK Dana Punia
  16. TKK Bhakti
  17. TKK Pendididkan KB

Tingkatan TKK

Tingkatan TKK dalam Gerakan Pramuka dibagi menjadi tiga. Untuk mencapai tingkatan selanjutnya, seorang Pramuka harus memenuhi syarat yang ditentukan dalam Syarat Kecakapan Khusus (SKK). Setiap tingkatan SKK yang lebih tinggi akan berbeda persyaratannya dengan SKK yang memiliki tingkatan lebih rendah walaupun untuk TKK yang sama.
Dari kiri ke kanan, contoh TKK Pramuka Penegak: TKK Qori tingkat Purwa, TKK Pengamat tingkat Madya, TKK PPPK tingkat Utama
Tiga tingkatan tersebut ialah:
  1. Purwa; merupakan tingkatan terendah dalam TKK, berbentuk lingkaran.
  2. Madya; merupakan tingkatan TKK tingkat menengah, berbentuk persegi.
  3. Utama; merupakan tingkatan tertinggi TKK, berbentuk segi lima.
Yang membedakan TKK antar golongan peserta didik ialah warna tepian TKK yang berbeda.

14. Prinsip Dasar dan Metode Pramuka

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.
Baden-Powell sebagai penemu sistem pendidikan kepanduan telah menyusun prinsip-prinsip Dasar dan Metode Kepanduan, lalu menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepanduan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari. Prinsip Dasar dan Metode Kepanduan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepanduan.
Dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan bertumpu pada:
  • Keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  • Kepedulian terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  • Kepedulian terhadap diri pribadinya;
  • Ketaatan kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip dasar

Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya dengan dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggung jawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

Metode

Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
  • Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
  • Belajar sambil melakukan;
  • Sistem berkelompok;
  • Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan
Perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik;
  • Kegiatan di alam terbuka;
  • Sistem tanda kecakapan;
  • Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  • Sistem among.
Metode Kepramukaan pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan. Metode Kepramukaan juga digunakan sebagai sebagai suatu sistem yang terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.
Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
Dalam kepramukaan, Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan seorang peserta didik dalam suatu bidang tertentu. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. TKK jumlahnya saat ini mencapai puluhan, dan kemungkinan akan ditambah seiring dengan kemajuan teknologi. Untuk memperoleh suatu TKK, seorang Pramuka harus mampu menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Khusus dalam bidang tersebut.

Pemasangan TKK

TKK dipasang di lengan sebelah kanan baju seragam, dengan dua pilihan pemasangan, yaitu
  • Melintang, dua jari dibawah lambang Kwartir Daerah/diatas jahitan bawah lengan, atau
  • Melingkari lambang Kwartir Daerah dengan komposisi dua buah disebelah kanan lambang Kwartir Daerah, dua buah disebelah kiri lambang Kwartir Daerah, dan satu buah dibawah lambang Kwartir Daerah.
Jumlah TKK yang dapat dikenakan di baju seragam, paling banyak adalah lima buah. Jika memiliki TKK lebih dari lima buah, maka seorang Pramuka harus mengenakannya di selempang atau tetampan.

Pengenaan Selempang

Selempang (disebut juga tetampan) secara umum hanya dikenakan pada saat upacara resmi, pelantikan, dan momen penting lainnya. Pada kegiatan-kegiatan biasa atau pada saat latihan rutin biasa, selempang tidak perlu digunakan. Selempang dipasang mengarah dari kanan atas ke kiri bawah.
MORSE
Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel Morse pada tahun 1823 di Amerika Serikat. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.
Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..
Penghafalan dilakukan secara kelompok huruf EISH TMOKH, AUV NDB, WFY GLQ CJZ
E   = .         T   = _           R   = ._.      F   = .._.
I   = ..        M   = _ _         K   = _._      L   = ._..
S   = ...       O   = _ _ _       W   = ._ _     Q   = _ _._
H   = ....      KH  = _ _ _ _     G   = _ _.     Y   = _._ _ 
A   = ._        N   = _.          C   = _._.      X   = _.._
U   = .._       D   = _..         J   = ._ _ _    P   =._ _.
V   = ..._      B   = _...        Z   = _ _ ..
Salam dalam Pramuka
Salam Pramuka adalah perwujudan dari penghargaan seseorang Pramuka kepada Pramuka lainnya. Biasanya salam pramuka diberikan dengan memberikan hormat sambil meneriakkan “Salam pramuka!” yang diberi salam akan menjawab dengan meneriakkan “Salam!” sambil menghormat juga.

// <![CDATA[// Fungsi salam pramuka

Salam untuk melahirkan disiplin, tata tertib yang mewujudkan suatu ikatan jiwa yang kuat ke dalam maupun ke luar, yang hanya dapat dicapai dengan adanya saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan secara tertib, sempurna dan penuh keikhlasan.

Macam salam pramuka

Salam pramuka digolongkan menjadi 3 macam:

1. Salam biasa

Yaitu salam yang diberikan kepada sesama anggota Pramuka. Siapa yang melihat dulu dialah yang harus memberi salam terlebih dahulu tanpa aba-aba, tidak pandang pangkat, tua maupun muda. Salam tersebut dapat diberikan sambil berjalan, sedang duduk, naik sepeda ataupun kendaraan. Jadi tidak harus berdiri.

2. Salam hormat

Yaitu salam yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang kedudukannya lebih tinggi.
Untuk salam hormat diberikan kepada :
  • Bendera kebangsaan ketika dikibarkan atau diturunkan dalam suatu upacara.
  • Jenazah yang sedang lewat atau akan dimakamkan.
  • Kepala Negara atau wakilnya, Panglima tinggi, para duta besar, para menteri dan pejabat lainnya.
  • Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Salam janji

Yaitu salam yang dilakukan ketika ada anggota Pramuka yang sedang dilantik. Pemberian salam pramuka dilakukan ketika dilakukan pengucapan janji yaitu Tri Satya atau Dwi Satya. Salam janji juga diberikan pada saat pengucapan janji Trisatya dalam acara Ulang Janji.

Cara memberikan salam pramuka

  • Posisi siap, tangan kiri lurus ke bawah tangan kanan diangkat pada pelipis, posisi telapak tangan miring, telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas.
  • Ketika membawa tongkat; tongkat diangkat dengan tangan kanan dan tangan kiri melintang di depan dada.
Untuk salam penghormatan kepada Bendera merah putih, ketika membawa tongkat, tongkat di pindah ke tangan kiri, dengan ujung tongkat masih tetap di depan kaki kanan, dan tangan kanan diangkat pada pelipis, seperti pada posisi ketika tidak membawa tongkat . Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (dalam keadaan duduk atau di atas kendaraan), salam pramuka dapat diberikan hanya dengan mengangkat tangan pada pelipis sambil mengucapkan “Salam Pramuka” dan tanpa perlu berdiri.
SEMAPHORE
Semaphore adalah alat komunikasi dua arah berbentuk dua bendera, masing – masing bendera bertangkai. Warna yang sering dipakai adalah warna merah atau kuning. Bendera semaphore berukuran panajang 40 cm dan lebar 40 cm. Dengan sebelah kanan bewarna merah dan sebelah kiri bewarna kuning, bentuknya bersilang. Sedangkan panjang tongkat. Berikut contoh penggunaan Semaphore.














1 komentar:

  1. saya punya usul kak,semoga aja bisa menambah informasi&pengetahuan..?sebaiknya di tambahi dong video,tentang latihan PBB.dan perlombaan,atau acara di pramuka.trims.

    BalasHapus