Rabu, 23 Mei 2012


KATA PENGANTAR
          
           Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Maksud kami membuat laporan ini adalah untuk melaporkan hasil pembuatan tape ketan hitam dan untuk menyelesaikan tugas Biologi Terapan.
           Kami mengucapkan terima kasih kepada guru, teman-teman  kelompok, dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan tape hingga laporan ini.
           Kami menyadari bahwa kami adalah manusia biasa yang mempunyai kesalahan dan kekurangan, sehingga dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami menghargai dan menerima kritik dan saran guna untuk kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca.
                                                                                              
                                                                                               
                                                                                                Jember, 28 November 2011



                                                                                                                Penulis











DAFTAR ISI


1. Kata Pengantar
2. Daftar Isi
3. Bab I. Pendahuluan
1.1      Latar Belakang
1.2      Rumusan Masalah
1.3      Tujuan
1.4      Manfaat
4. Bab II. Metode Pembuatan
5. Bab III. Pembahasan
6. Bab III. Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran














BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Aneka bahan pangan yang mengandung karbohidrat dapat diolah menjadi makanan khas yang disebut tape. Bahan pangan yang umumnya dibuat tape adalah ubi kayu (singkong), beras ketan putih maupun beras ketan hitam serta sorgum (Rukmana dan Yuniarsih, 2001).
Tape adalah produk yang dihasilkan dari proses fermentasi dimana terjadi suatu perombakan bahan – bahan yang tidak sederhana. Zat pati yang ada dalam singkong diubah menjadi bentuk yang sederhana yaitu gula engan bantuan suatu organisme yang disebut ragi atau khamir ( Suriasih, 2001 ).
Tape mempunyai tekstur yang lunak, rasa yang asam, manis dan sedikit mengandung alkohol. Selama fermentasi, tape mengalami perubahan-perubahan biokimia akibat aktivitas mikroorganisme. Pada dasarnya semua bahan pangan yang kaya karbiohidrat dapat diolah menjadi tape. Berdasarkan bahan bakunya, dikenal berbagai jenis tape yaitu tape ketan, tape singkong, tape beras, tape sorgum, tape pisang, tape ubi jalar, dan tape sukun, akan tetapi dewasa ini yang paling populer adalah tape singkong dan tape ketan. (Buckle, 1988)
Dalam pembuatan tape ini menggunakan ragi tape. Mikroorganisme yang terdapat di dalam ragi tape adalah Kapang Amylomyces rouxii , Mucor sp , Rhizopus sp , Khamir Saccharomyces fibuligera , Saccharomycopsis Malaga , Pichia burtoni , Saccharomyces cerevisae , Candida utilis , Peddiococcus sp dan Bacillus sp. Semua mikroorganisme bekerja sama dalam menghasilkan tape.
Pada praktek kali ini kelompok kami membuat tape ketan hitam. Pembuatan tape ini merupakan tugas praktek dari mata pelajaran bioteknologi. Maka dari itu, pada laporan kali ini kami akan membahas tentang pembuatan tape.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1  Bagaimana cara membuat tape ?
1.2.2 Bagaimana proses fermentasi pada pembuatan tape ?
1.2.3 Apakah tape yang dibuat mengalami keberhasilan atau kegagalan ?

1.3 Tujuan
1.3.1  Untuk memenuhi tugas praktek biologi Terapan
1.3.2  Untuk mengetahui cara pembuatan tape

1.4 Manfaat
1.4.1  Dapat menambah pengetahuan tentang pembuatan tape
BAB II
METODE PEMBUATAN

2.1 Jenis pembuatan
Pada pembuatan tape kali ini kami menggunakan metode eksperimen yaitu metode yang menggunakan percobaan secara ilmiah berdasarkan susunan pembuatan.

2.2 Unit pembuatan
Unit pembuatannya adalah proses pembuatan tape dan reaksi kimia fermentasi tape.

2.3 Metode pembuatan
Pembuatan tape ini menggunakan metode pembuatan secara urut dan runtut sesuai dengan proses yang ditentukan.

2.4 Waktu dan tempat pelaksanaan
Pembuatan tape ketan ini dilakukan di SMAN 1 Pakusari kelas XI IPA 4, pada hari selasa, 27 September 2011. Dan pengujian terhadap hasil kematangan tape pada hari kamis, 29 September 2011.

2.5 Bahan dan alat yang digunakan
v  Ketan hitam
v  Ragi
v  Gula
v  Daun pisang
v  Sendok
v  Toples
v  Streples











BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Cara pembuatan tape
Bahan :
1. beras ketan 1 kg
2. ragi 1 sendok makan
3. gula pasir 1 sendok
alat :
1. toples mini
2. streples
3. Sendok
4. daun pisang
Cara pembuatan :
1.    Beras ketan dicuci bersih
2.    Setelah itu, beras ketan dinanak sampai matang
3.    Setelah matang beras ketan ditiriskan, kemudian didinginkan hingga benar-benar dingin
4.    Setelah dingin, nasi ketan tadi taburi dengan serbuk ragi dan gula pasir secara merata
5.    Setelah merata, bungkus nasi ketan tersebut dengan daun pisang
6.    Setelah dibungkus, masukkan bungkusan nasi ketan ke dalam toples. Tutup yang rapat.
7.    Simpan selama 2 hari
3.2 Proses fermentasi pada pembuatan tape
Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Secara umum, fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi anaerobik, akan tetapi, terdapat definisi yang lebih jelas yang mendefinisikan fermentasi sebagai respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.
Reaksi dalam fermentasi berbeda-beda tergantung pada jenis gula yang digunakan dan produk yang dihasilkan. Secara singkat, glukosa (C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasi akan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukan oleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Jalur biokimia yang terjadi, sebenarnya bervariasi tergantung jenis gula yang terlibat, tetapi umumnya melibatkan jalur glikolisis, yang merupakan bagian dari tahap awal respirasi aerobik pada sebagian besar organisme. Jalur terakhir akan bervariasi tergantung produk akhir yang dihasilkan.
Dalam pembuatan tape setidaknya terlibat tiga kelompok mikroorganisme yaitu mikrobia perombak pati menjadi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi berasa manis. Mikrobia yang banyak dianggap penting dalam proses ini adalah Endomycopsis fibuliger sertaeberapa jamur dalam jumlah kecil. Adanya gula menyebabkan mikrobia yang mengunakan sumber karbon gula mampu tumbuh dan menghasilkan alkohol. Yang masuk dalam kelompok ini adalah Saccharomyces dan Cabdida yang menybabkan tape berubah menjadi alkoholik. Adanay alkohol juga memacu tumbuhnya bakteri pengoksidasi alkohol yaitu Acetobacter aceti yang mengubah alkohol menjadi asam asetat dan menyebakan rasa masam pada tape yang dihasilkan.

3.3 Tape yang dibuat mengalami keberhasilan atau kegagalan
Tape yang kami buat telah memenuhi apa yang telah ditentukan. Tetapi hasil pembuatan yang kami peroleh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Tape yang kami buat mengalami kegagalan. Rasa manis tapenya tidak ada dan tapenya terasa seperti nasi ketan yang kurang matang.







BAB III
PENUTUP

3.1 Pendapat guru
Menurut Pak Ali Wafa, tape yang kami buat gagal. Hal itu dikarenakan kurangnya ragi dan ketannya terlalu matang.
3.2 Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian, ternyata kami dapat menyimpulkan bahwa fermentasi yang terjadi pada tape ketan terjadi selama 2-3 hari. Selain itu juga, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna. Hal tersebut adalah harus bersihnya peralatan yang digunakan. Selain itu juga, harus menggunakan ragi yang berkualitas.
3.3 Saran
3.3.1 Untuk praktek membuat tape berikutnya supaya diperhatikan pemberian ragi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar